Ready Player One menceritakan kehidupan di tahun 2045 di sebuah rumah susun. Wade Watts yang tidak punya teman di dunia nyata menuju ke suatu tempat dan melihat orang orang yang ada di sekitarnya memakai alat perangkat virtuality. Dia menemukan serangkaian mobil bekas lalu dia masuk ke dalamnya dan menemukan ruangan rahasia di dalamnya. Dia mulai memakai perangkat yang ada di ruangan tersebut, lalu dia masuk ke dalam dunia virtual game bernama OASIS. Wade menamai avatarnya Parvizal Cwade’s. Karena semua orang memainkan OASIS, maka game itu adalah tempat mereka untuk bersosialisasi. Parvizal bertemu temannya yang bernama Aech.
OASIS sendiri adalah game ciptaan James Halliday. Pada 7 Januari 2040, Halliday meninggal dunia. Sebelum meninggal, dia meninggalkan sebuah wasiat berupa “Easter Egg” di dalam game OASIS. Siapa yang dapat menemukan “Easter Egg” tersebut akan mendapatkan semua saham yang bernilai triliunan dollar Amerika dan kendali penuh atas game OASIS. Anorak Challiday’s adalah avatar milik Halliday yang menyembunyikan tiga kunci untuk ditemukan oleh seseorang.
Lima tahun berlalu dan belum ada yang menemukan kunci itu. Muncul portal menuju area balapan buatan Halliday untuk menemukan “Easter Egg”. Parvizal dan Aech bertemu untuk bersiap mengikuti balapan, tetapi mereka gagal karna adanya monster kingkong. Parvizal berhasil menginjak garis finish dan mendapat kunci pertamanya. Namun, dia tidak sengaja menyebut nama aslinya. I-ROK yang mengetahui nama Wade segera menyuruh anak buahnya untuk memburu Wade.
Saat Wade ingin online, dia mendapatkan sebuah pesan dari Sorentho, seorang pemimpin Perusahaan Innovative Online Industries (IOI). Sorentho mengetahui bahwa Wade telah menemukan kunci pertama. Ia menginginkan kunci itu karena ia ingin mengendalikan OASIS secara penuh untuk kepentingan pribadinya. Berbagai upaya dilakukan Sorentho untuk menyingkirkan Wade.
Tak disangka ternyata Parzival mendapat kunci kedua dengan bantuan teman onlinenya. Parzival kembali untuk menemukan kunci terakhir dengan cara memasuki castel. Parzival dihadang bom yang membuat semua avatar menjadi offline, tak disangka ternyata Parzival masih hidup. Parzival menyelesaikan teka-teki terakhir. Dia dapat membuka teka teki tersebut dan mendapatkan kunci, tetapi Parzival kesulitan karena dia dikejar oleh Sorentho.
Kunci itu kini sudah ada di tangannya. Di dunia OASIS, Parzival memasukkan kunci yang berada di tangannya untuk membuka ruangan dan dia berhasil. Dia memasuki ruangan dan bertemu dengan Anorax untuk menandatangani sebuah surat. Tak lama kemudian dia menyadari bahwa itu hanya sebuah tes, ruangan itu berubah menjadi kamar masa kecil Halliday. Halliday menunjukkan sebuah tombol untuk menghentikan game OASIS untuk selamanya. Di dalam game, Haliday memberikan “Easter Egg” kepada Parzival seperti janjinya. Parzival adalah pemilik “Easter Egg” sekaligus pemilik OASIS.
Pesan moral yang dapat kita ambil dari film ini adalah bahwa sebagai seorang gamers, kita tidak boleh mengabaikan kehidupan “nyata”. Saat ini, banyak orang lebih mementingkan dan asik dengan dunia mereka sendiri (game). Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, kita juga harus mampu bersosialisasi dengan orang lain dalam dunia nyata. Overall, film ini mampu memperlihatkan efek-efek dari sirnanya kehidupan-kehidupan sosial secara keren.
