FESTIVAL LITERASI SEKOLAH 2023

Pada bulan Juni hingga Juli 2023 lalu, SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul untuk pertama kalinya sukses menggelar kegiatan Festival Literasi Sekolah. Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan literasi yang meliputi Pelatihan Menulis Cerpen, Lomba Menulis Cerpen, Launching Buku, Pentas Seni, Bazaar Buku dan Market Day. Kegiatan yang merupakan program kerja Arqaa Library dengan PR IPM SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul ini diharapkan dapat menjadi “trigger” terwujudnya budaya literasi di sekolah sekaligus meningkatkan prestasi warga sekolah. Kegiatan ini dibuka pada tanggal 14 Juni 2023 bertepatan dengan acara Pelatihan Menulis Cerpen dilanjutkan dengan pelaksanaan Lomba Menulis Cerpen dengan tema “Sosial Budaya” pada tanggal 15 Juni 2023 – 10 Juli 2023 dan puncaknya diselenggarakan pada tanggal 18 Juli 2023 di halaman depan SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul.

Dalam puncak acara Festival Literasi Sekolah tersebut, terdapat berbagai kegiatan menarik seperti Bazaar Buku, Launching Buku, Pentas Seni, Pengumuman Juara Lomba Menulis Cerpen dan Market Day. Kegiatan Bazaar Buku diselenggarakan di lorong perpustakaan Arqaa Library. Berbagai jenis buku tersedia di Bazaar Buku ini dan berhasil memikat perhatian warga sekolah. Selama dibukanya Bazaar Buku dari tanggal 18 Juli 2023 hingga tanggal 21 Juli 2023 itu, telah terjual 24 eksemplar buku yang terdiri dari 23 judul buku. Berbagai penampilan menarik seperti Seni Tari, akustik, musikalisasi puisi dari santriwan-santriwati SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul berhasil tersaji apik di acara puncak ini. Selain itu, terdapat food court yang merupakan tempat pelaksanaan kegiatan market day. Berbagai jajanan sehat nan lezat dari santriwan-santriwati SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul tersedia di sini.

Pada puncak Festival Literasi Sekolah ini juga diadakan penyerahan plakat “Sekolah Aktif Literasi Nasional” kepada Kepala Sekolah yang diserahkan secara langsung oleh Kepala Perpustakaan. Selanjutnya, Hj. Khusnul Hanifah, S.Pd.Si secara resmi me-launching buku antologi cerpen “Kepompong” karya santriwan-santriwati SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul. Tiga karya terbaik dalam buku ini memperoleh penghargaan dari sekolah yang diberikan oleh Dra. Hj. Her Muryani selaku Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah yang turut hadir dalam acara tersebut.

Adapun 3 karya terbaik di buku antologi cerpen itu berhasil diraih oleh Azkia Izzatul Jannah dengan judul karya “Kerinduan Seorang Sahabat”, Arsy Mutia Balqies dengan judul karya “Petualangan Empat Kepompong” dan Nadila Audrey Aurellie W dengan judul karya “Empat Hari Terakhir”. Sedangkan, pemenang lomba menulis cerpen dengan tema “Sosial Budaya” tahun ini berhasil dimenangkan oleh Annisa Ramadhani dengan judul karya “Tarian Juara”, Arsy Mutia Balqies dengan judul karya “Selendang Tak Bertuan” dan Salma Aulia Zahra dengan judul karya “Menyelami Kota Istimewa”.

Dalam sambutannya di puncak Festival Literasi Sekolah ini, Dra. Hj. Her Muryani menyampaikan bahwa kemampuan literasi bukan sekedar kemampuan membaca dan menulis, namun kemampuan literasi adalah kemampuan untuk melihat, memahami, dan memecahkan masalah yang dihadapi. Oleh karenanya, menurut mantan ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Bantul itu, semakin banyak yang dipelajari, semakin meningkat kemampuan literasi kita.

“Literasi sangat serasi dan termasuk dalam ajaran Islam”, imbuh Dra. Hj. Her Muryani.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait