Galeri Festival Literasi Sekolah 2023 dan Website Literasi Sekolah (35)
Hikmah Diwajibkannya Puasa Ramadhan

Oleh : Nafeeza Kamila Hanafi

Kelas : VII Khadijah

 

Berpuasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi seluruh umat muslim. Puasa merupakan rukun iman yang ketiga setelah syahadat dan shalat. Bulan Ramadhan  merupakan bulan suci yang bertabur pahala serta keberkahan. Oleh karenanya, sudah sepatutnya kita isi dengan kegiatan yang bermanfaat agar mendapatkan banyak pahala. Beberapa kegiatan positif yang dapat kita lakukan di antaranya adalah mengaji, bersedekah, shalat tarawih, dan lain-lain.

Apa yang dimaksud dengan puasa? Menurut KBBI, puasa memiliki arti menghindari makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja. Sementara dalam syariat islam puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar (Shubuh) hingga terbenamnya matahari (Maghrib), dengan niat karena Allah disertai dengan syarat-syaratnya.

Di dalam Al-Qur’an pun sudah dijelaskan bahwa  Allah menyuruh kita untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan berdasarkan Surat Al Baqarah ayat 183-yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim menjelaskan bahwa ayat di atas berkenaan  dengan perintah puasa yang tidak hanya kewajiban menahan diri dari makan, minum, dan jimak semata. Akan tetapi harus dilandasi dengan niat karena Allah SWT, menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang dan tercela, serta membersihkan diri lahir dan batin. Hal ini dikarenakan, Allah SWT menyebutkan bahwa kewajiban berpuasa sudah ada pada umat sebelumnya, jadi sudah sepantasnya umat Islam lebih bersungguh-sungguh menunaikan ibadah puasa. Berupaya maksimal untuk menyempurnakan puasa sehingga menjadi lebih baik daripada umat sebelumnya.

Puasa dan Kepedulian Sosial

Berpuasa di bulan Ramadhan tidak hanya memberikan manfaat untuk individu, namun juga diharapkan berdampak bagi sosial. Hikmah puasa dari aspek sosial diantaranya:

  1. Mengajarkan hidup hemat dan sederhana

Pada saat berbuka puasa kita cenderung menyiapkan banyak makanan dan minuman. Akan tetapi, kenyataannya ketika kita makan dan minum secukupnya saja sudah merasa perut penuh. Pelajarannya adalah manusia acapkali sekedar menuruti hawa nafsu. Padahal dengan puasa, kita dapat belajar berhemat dan hidup sederhana.

  1. Mengajarkan kepedulian

Puasa dapat menumbuhkan rasa kepekaan sosial terhadap kesulitan ekonomi yang dirasakan masyarakat miskin. Umat Islam dianjurkan lebih banyak berbagi dan membantu sesama. Puasa perlu dibarengi dengan amalan sosial seperti bersedekah, menunaikan zakat, infaq, dan memberikan takjil gratis.

  1. Membangun solidaritas

Puasa ramadhan dilakukan secara bersama-sama sehingga dapat menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas. Berbuka puasa bersama atau berbagi makanan dengan  tetangga dan orang miskin adalah contoh sederhana tindakan yang memperkuat ikatan sosial.

Puasa dan Kesehatan

Puasa menjadi sarana untuk mengatur pola makan, yaitu saat berbuka puasa dan sahur sebagaimana dimaksud pada surat Al-A’raf ayat 31: ”Dan makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan.”

 

Puasa juga memberi banyak manfaat untuk tubuh  dan mental. Beberapa manfaat diantaranya adalah :

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Berpuasa dapat memicu proses regenerasi sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan. Puasa juga dapat memicu sel-sel induk untuk memproduksi sel-sel darah putih baru yang berdampak pada daya tahan tubuh kita.

  1. Menyehatkan jantung

Berpuasa secara teratur bisa menurunkan resiko terkena penyakit jantung, karena puasa secara teratur membuat tubuh beradaptasi agar lemak dijadikan sebagai sumber energi utama untuk tubuh.

  1. Mengurangi risiko kanker

Puasa bisa menurunkan risiko penyakit kanker karena berperan dalam menghambat laju pembelahan sel dalam tubuh yang disebabkan terbatasnya asupan.

  1. Mengurangi stress dan kecemasan

Selain bermanfaat bagi fisik, puasa juga baik untuk kesehatan mental. Saat berpuasa tubuh akan melepaskan hormon stress seperti hormon kortisol yang lebih sedikit dibandingkan ketika sedang tidak berpuasa.

  1. Menjernihkan hati dan pikiran

Puasa adalah waktu yang tepat untuk mengintrospeksi diri dan membersihkan jiwa, hati, dan pikiran dari sifat yang negatif seperti iri dengki, amarah. Puasa juga melatih kita untuk melakukan hal-hal positif seperti dzikir sambil menunggu buka puasa.

Nah teman-teman, puasa yang merupakan syariat Allah ternyata mempunyai hikmah yang luar biasa. Mari semangat berpuasa dan kita tekadkan Ramadhan tahun ini lebih baik daripada bulan-bulan Ramadhan sebelumnya. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan!

 

#dari berbagi sumber

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait