Oleh : Anisatul Azizah Hasanah, S.Pd.
Indonesia memang benar-benar surga dunia katanya
Mana ada negeri sesubur negeriku
Sawahnya tak hanya menumbuhkan padi dan jagung
Namun juga gedung-gedung tinggi, rumah siap huni, dan tempat-tempat rekreasi
Hutannya menghasilkan kayu yang sewaktu-waktu siap diburu
Lautnya menghasilkan ikan yang bisa kita santap setiap waktu
Tak hanya itu,
Kekayaan tambangnya bisa menghidupi anak cucu
Namun sayang beribu sayang,
Nyatanya kita adalah berpuluh juta manusia yang bertahan hidup sengsara
Kemiskinan, kelaparan, dan pengangguran merajalela
Lantas bertanya-tanya,
Inikah yang namanya Merdeka?
Ataukah hanya ilusi semata?
Setiap hari hanya dipertontonkan janji-janji para petinggi negeri
Kedudukan yang acap kali dibeli
Aturan-aturan yang mudah dimanipulasi
Kedudukan tinggi hanya untuk korupsi
Oh, astaga …
Dimanakah nilai moral etikamu?
Apakah tidak malu pada para pahlawan terdahulu
Harga diri mereka kau injak-injak tanpa malu
Tidakkah kau ingat Palagan Ambarawa dengan tumpah darahnya
Pangeran Diponegoro dengan perlawanannya
Bung Tomo dengan semangatnya
Ir. Soekarno-Hatta dengan proklamasinya
Untuk negeriku hari ini,
Kenanglah Chairil Anwar yang berkata “Kenang, kenanglah kami.
Teruskan, teruskan jiwa kami.
Menjaga Bung Karno. Menjaga Bung Hatta. Menjaga Bung Syahrir.
Kami sekarang mayat. Berikan kami arti. Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan Impian.”
