KEINDAHAN DI BALIK GUNUNG MERAPI YOGYAKARTA

Oleh : Ghaniya Abid A (Kelas VII Fatimah)

Suatu hari masa liburan sekolah, Zane dan Zahra  berencana ingin jalan-jalan melihat pemandangan alam di daerah utara Yogyakarta dengan menyewa jeep. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke gunung Merapi, Kaliurang.

Sebelum berangkat mereka berdua mempersiapkan barang – barang yang mau di bawa , dan tidak lupa izin kepada orang tua Zahra dan Zane.

“ Umi, Abi bolehkah Zane dan Zahra  pergi melihat keindahan gunung Merapi di Kaliurang ? “ kata Zahra .

” Boleh Nak , silahkan “ jawab Abi  dan Umi  Zane dan Zahra.

Mereka berangkat pukul 06.00 WIB. Tidak lupa sebelum berangkat mereka berpamitan kepada Abi, Umi.

”Abi,Umi kami berangkat dulu ya, doakan kami semoga perjalanan lancar dan meyenangkan “ kata Zahra dan Zane.

“Iya Nak, Abi dan Umi mendoakan semoga perjalanan lancar selamat sampai rumah lagi dan menyengankan “, kata orang tua Zane dan Zahra.  

Akhirnya  mereka berdua masuk ke dalam mobil. Selama perjalanan mereke berdua lapar,  Dan akhirnya mereka berhenti di Iindomaret untuk membeli makanan. Mereka melanjutkan perjalanan. Selama diperjalanan mereka sangat menikmati keindahan alam di sekitar Gunung Merapi.

 ”MasyaAllah sawah sawah disekitar sini  ditumbuhi sayuran hijau yang bias dimanfaatkan masyarakat sekitarnya ”,  kata Zahra. Ketika sampai didaerah pakem Gunung Merapi mulai kelihatan .

” Coba lihat ke depan! itu ada gunung yang sangat indah,warnanya hijau segar ditutupi kabut tebal,terdapat patahan patahan warnanya abu abu putih,” kata Zahra.

“ Benar kak itu pasti gunung Merapi! MasyaAllah benar benar indah ciptaan Allah”, kata Zane.

Tidak lama mereka sampai di tempat penyewaan jeep yang sudah dipesan oleh Zahra beberapa hari yang lalu. Zahra dan Zane langsung turun dan menemui seseorang di sana .

“ Assallamualaikum mbak saya mau mengkonfirmasi jeep a.n Zahra apakah sudah siap ?

“ Waalaikumsalam, sudah siap mbak nanti supirnya dengan mas Ari ya, sekaligus sebagai pemandu wisatanya”. Akhirnya mereka  berdua masuk ke dalam jeep dan mulai perjalanan menuju ke Gunung Merapi.

Di tengah perjalanan Zahra dan Zane merasa kedinginan karena memang cuaca dilereng Gunung Merapi sangat dingin dan kabut mulai tebal.

“Pak Arrrrriiiiii,,,,,tolong jangan cepat cepat kami kedinginan”, kata Zane.

“Pakailah jaketmu!”, kata Pak Ari ”.

“ Baik Pak”, kata mereka secara bersama sama.

Tidak lama kemudian mereka sampai  di banker Kaliadem. Mereka turun di bimbing sama Pak Ari. Di sekitar banker terdapat banyak pedagang yang berjualan aksesoris, oleh-oleh khas Kaliurang yaitu jadah tempe.  Zahra dan Zane  memasuki  lokasinya . 

“ Pak Ari,  di sana  ada apa? kenapa  banyak orang yang masuk “, kata Zahra “.

 “Di sana terdapat satu ruangan yang dulunya dipergunakan untuk berlindung masyarakat sekitar dari letusan Gunung Merapi, tetapi waktu kejaian letusan Gunung Merapi tahun 2010 terdapat 2 orang relawan yang terjebak disana hingga meninggal karena pintu banker tertutup oleh batu besar akibat letusan Gunung Merapi”.

“ Oooooo begitu,,,,,,bolehkah kami masuk kedalam?”, kata Zane.

” Sana masuk!, Saya tunggu di depan ya…. kalau sudah nanti ketemu di jeep ya!”.

“ Ya…. Pak Ari “, jawab Zahra dan Zane .

Waktu cepat berlalu setelah mereka menikmati pemandangan banker Kaliadem mereka melanjutkan perjalanan. Kali ini tujuannya adalah menyelusuri keindahan kali Kuning yang konon katanya itu adalah sungai yang sering dilewati lahar dingin dikala gunung Merapi meletus. Di sepanjang jalan dari Kaliadem sampai Kali Kuning, Zahra dan Zane tidak henti hentinya mengucapkan MasyaAllah karena benar benar indah pemandangannya. Banyak ladang ladang yang ditumbuhi rumput hijau, sapi – sapi digembalakan di daerah sekitar, terdengar banyak burung berkicauan, terdengar gemricik air sungai yang airnya begitu jernih.

Air yang mengalir di Kaliadem dimanfaatkan orang sekitar untuk menarik banyak wisatawan termasuk untuk trek jeep di sana. Kamipun tidak melewatkan kesempatan untuk mencoba trek jeep di kali Kuning.

“ Siap siap ya….Kita sebentar lagi memasuki Kali Kuning, hati-hati nanti kita berbasah basahan!,” kata Pak Ari.

“Ok,siap”.

“Kita langsung pakai jas hujan biar tidak basah, barang barang kita masukkan ke dalam tas plastik ya Zen”

”Ok siap Zahra”, kata Zane

”Semua sudah siap!?”, kata Pak Ari.

“Bismillah…..”. BREEMMMMM suara jeep mulai memasuki Kali Kuning.

”Huuuuuuuu, horeeeeee, ayooooooo“, teriak Zane dan Zahra bersama sama.

srotttttt srottttttt srotttttt. Air pun mengenai tubuh Zahra dan Zane.

“Wah benar benar segar…..”, kata Zahra. Setelah beberapa putaran mereka melanjutkan perjalanan menuju ke basecamp jeep.

“Kenapa ya di daerah ini gak ada rumah penduduk?  hanya tanaman rumput, sayur-sayuran, kebun salak ?, “tanya Zahra.

”Setelah kejadian Gunung meletus 2010 oleh pemerintah daerah sekitar di himbau untuk tidak dihuni. Hanya boleh ditanami berbagai macam tanaman yang bias hidup didaerah sini “, penjelasan Pak Ari kepada kami. Tak lama kemudian kita sampai ditempat basecamp jeep.

“Terimakasih ya Pak, telah mengantar kami menikmati keindahan alam Gunung Merapi Kaliurang, selanjutnya kami ijin pulang”, Kata Zahra dan Zane.

“Sama-sama ,semoga perjalanan tadi menyenangkan dan berkesan dihati ya…….Hati–hati di jalan “.

Ngeeeengggg……Ngenggggg….Ngenggggg ( suara mobil mereka )

Merekapun kembali pulang dengan hati yang sangat senang dan tidak berhenti hentinya mengucapkan syukur karena dibalik letusan Gunung Merapi yang menakutkan ada keindahan alam yang  bisa dimanfaatkan oleh manusia.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait