Galeri Festival Literasi Sekolah 2023 dan Website Literasi Sekolah (33)
Komposter dari Botol Bekas

Oleh : Luthfyana Luklu R.

Kelas VIII Maryam SMP UA Bantul

 

Hallo Sobat Unggulan! Apa kabar kalian semua? semoga kalian selalu sehat yaa. Aamiin. Kali ini aku mau ngasih tau kalian tentang proyek P5ku dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan” yaitu membuat komposter dari botol bekas. Ngomong-ngomong, kalian tahu gak sih apa itu komposter?

Komposter adalah alat untuk membuat kompos dari bahan dasar sampah basah atau sampah organik yang mudah membusuk, seperti sisa makanan, daun, dan rerumputan yang banyak dijumpai di sekitar kita.

Sobat Unggulan tahu gak? Ternyata pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos memiliki manfaat ganda, yaitu mengatasi masalah sampah rumah tangga sekaligus mendapatkan pupuk organik yang sangat bermutu.

Syarat pertama dan utama dalam pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos adalah pemilahan sampah. Pemilahan sampah yang dimaksud adalah memisahkan sampah organik dan anorganik. Jadi bahan yang dapat dipakai untuk membuat kompos hanyalah sampah organik ya, Sob!

Setelah itu, kita mesti menyiapkan alat dan bahannya ya. Nah, ini dia alat dan bahannya. 

Alat

  • Galon Le Minerale 2 buah
  • Solder/paku, lilin, korek
  • Cutter
  • Kuas

Bahan

  • Sampah organik
  • Tanah
  • EM4
  • Cat secukupnya (untuk mengecat galon)

Selanjutnya kita bisa membuat komposternya dengan langkah-langkah berikut ini ya. Simak baik-baik!

Bagaimana Sobat Unggulan, mudah bukan? Yuk bikin, biar makin keren dan ramah lingkungan tentunya!

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait