Galeri Festival Literasi Sekolah 2023 dan Website Literasi Sekolah (32)
Kurikulum Merdeka di Tengah Gempuran Teknologi

Oleh : Dewi Hartanti, S.Pd

Waka Kurikulum SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul

 

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang dipersiapkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 2020, mulai diimplementasikan secara bertahap ke sekolah mulai dari tahun 2021, dan ditahun 2024 kurikulum merdeka diberlakukan sebagai kurikulum nasional. Kurikulum Merdeka merupakan upaya transformasi pendidikan di Indonesia yang menekankan pada pembelajaran yang dipersonalisasi, relevan, dan berpusat pada peserta didik. Kurikulum Merdeka juga dirancang untuk lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi. Teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Peran teknologi di dunia pendidikan untuk mendukung pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan dipersonalisasi. Teknologi juga dapat membantu guru dalam tugas evaluasi dan administratif pembelajaran.

Saat Covid melanda dunia pendidikan mengalami banyak tantangan. Dengan adanya kondisi tersebut kita dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi dalam setiap aspek tanpa terkecuali di dunia pendidikan. Tanpa kita sadari, selama Covid kita telah mengalami percepatan teknologi, banyak hal yang kita pelajari dan harus kita kuasai untuk menunjang proses pembelajaran pada masa itu. Banyak platform pembelajaran, multimedia dan konten Interaktif yang telah kita manfaatkan. Sejak diimplementasikannya kurikulum merdeka, banyak bermunculan inovasi teknologi yang relevan dan potensial yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran, evaluasi, dan administratif guru.

Teknologi ini menjadi tantangan sekaligus bomerang dalam pendidikan, beberapa hal di antara seperti kesenjangan digital, keterampilan digital guru, keamanan dan privasi data, ketergantungan pada teknologi, dan biaya. Sebagai contoh tidak semua peserta didik memiliki akses yang sama terhadap teknologi dan internet. Peserta didik dari keluarga kurang mampu atau yang tinggal di daerah terpencil mungkin tidak memiliki perangkat atau koneksi internet yang memadai. Hal ini dapat menciptakan kesenjangan dalam kualitas pendidikan. Contoh lainnya guru perlu memiliki keterampilan digital yang memadai untuk menggunakan teknologi secara efektif dalam pembelajaran. Mereka perlu dilatih dan didukung untuk mengintegrasikan teknologi dalam kurikulum, mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif, dan memanfaatkan berbagai alat dan platform digital.

Tantangan tersebut seharusnya bukan menjadi penghambat untuk terus berinovasi. Semakin pesatnya perkembangan teknologi dan informasi kita dapat mengambil sisi positif dari hal tersebut terutama di dunia pendidikan. Alih-alih menyerah pada keterbatasan, momentum ini harus dimanfaatkan untuk melakukan lompatan inovasi. Teknologi bukan hanya alat, melainkan jembatan yang menghubungkan peserta didik dengan pengetahuan tanpa batas, memfasilitasi kolaborasi tanpa sekat, dan membuka pintu personalisasi pembelajaran yang memberdayakan setiap individu.

Kesenjangan digital memang nyata, namun bukan tembok penghalang. Dengan komitmen dan gotong royong, kita bisa merajut asa, memastikan bahwa setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas di era digital. Keterampilan digital guru adalah investasi masa depan. Dengan pelatihan yang relevan dan dukungan yang berkelanjutan, para pendidik dapat bertransformasi menjadi fasilitator pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan bermakna.

Kemajuan pendidikan di era digital adalah tanggung jawab bersama. Tidak ada satu pihak pun yang dapat mencapai tujuan ini sendirian. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak terkait untuk bergandengan tangan, berkolaborasi, dan berkontribusi sesuai dengan peran dan kapasitasnya masing-masing. Dengan kolaborasi yang solid dan komitmen yang tinggi, kami yakin bahwa masa depan pendidikan Indonesia akan semakin baik. Teknologi akan menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem pendidikan, memberdayakan siswa dan guru untuk mencapai potensi terbaik mereka.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait