Mencintai Budaya Daerah Melalui Seni Tari

Oleh : Amira Faiza Ayu (Kelas VII Khadijah)

 

Hallo, perkenalkan namaku Amira Faiza Ayu. Sekarang aku duduk di kelas VII SMP. Aku sangat senang sekali menari. Bagiku menari adalah hidupku. Kalian tentu sudah tidak asing dengan Seni Tari bukan?

Tari/Seni Tari Yaitu gerak badan secara berirama yang dilakukan di tempat serta waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, serta pikiran. Nah, kali ini Aku mau sedikit membahas salah satu jenis tari yang aku peragakan seperti pada gambar di atas, yaitu Tari Rancak Kenes.

Rancak kenes adalah tari kreasi yang dibuat oleh sanggar tari Srikandi Adhimukti. Menurut kamus KBBI rancak memiliki makna “elok”. Rancak juga memiliki arti yaitu cepat dalam menari, gaul, dinamis, dan gembira. Sedangkan Kenes memiliki arti lincah, menawan hati, banyak bicara dan menyenangkan. Sehingga jika diartikan secara lengkap Tari Rancak Kenes adalah tarian yang menggambarkan kelincahan, kegembiraan sehingga mampu menawan hati dan menyenangkan siapa pun yang melihatnya. Tari rancak kenes ini sangat disukai oleh para penari karena mempunyai gerakan yang menyenangkan dan menggembirakan.

Di Indonesia, ada banyak jenis tarian baik tari tradisional maupun tari modern.  Beberapa jenis tari daerah yang terkenal yaitu Tari Jaipong (Jawa Barat), Tari Indang (Sumatera Barat), Tari Serimpi (Yogyakara), dan lain-lain. Tari-tarian ini diciptakan untuk berbagai fungsi yaitu sebagai sarana upacara, sebagai hiburan, seni pertunjukan, dan sebagai media pendidikan.

Tarian juga memiliki fungsi sebagai sarana dan prasarana dalam upacara keagaaman. Tari Kecak di Bali merupakan salah satu contohnya. Tidak hanya di Bali , masih banyak daerah yang ada di Indonesia seperti Papua, Sulawesi Selatan dan Kalimantan.

Tarian keagamaan ini memiliki sifat sakral, suci dan mengandung kekuatan magis. Contohnya pada Tarian Barong dan Tarian Sanghyang dari Bali, Tari Kelahiran dari Papua dan tari untuk mendatangkan hujan dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebagai seni pertunjukan, seni tari sering disebut sebagai seni teatris. Menurut Susanne K. Langer yaitu ahli filsafat seni berkebangsaan Amerika Serikat, secara filosofi tari sebagai seni tontonan merupakan perwujudan lahir dari proses batin manusia untuk dilihat sendiri dan oleh orang lain. Tujuan kita belajar menari ialah  gabungan antara aktifitas fisik, interaksi social, emosional, dan menjadi salah satu cara bagi kita untuk mengekspresikan diri secara kreatif, dan bila dilakukan secara teratur dapat bermanfaat untuk kesehatan dan kebugaran kita.

Melalui tulisan ini, harapan yang inginku sampaikan  sebagai generasi muda ialah bahwa kita harus menghormati kebudayaan yang sudah diwarisi secara turun-temurun  dari leluhur kita diantaranya adalah seni tari. Kita harus mengapresiasikan diri dan berkreasi dengan seni sehingga dapat mengenal, memahami dan mengapresiasi budaya lokal sebagai jati diri bangsa.

Di tengah derasnya pengaruh budaya luar, perlu adanya inovasi dan kreativitas dalam menyajikan seni tradisi lokal untuk menumbuhkan kecintaan generasi milenial. Pembinaan seni tari sebagai wujud mencintai budaya lokal perlu mendapatkan perhatian khusus. Budaya lokal Indonesia harus tetap terjaga dan dilestarikan generasi penerus bangsa. Upaya yang perlu dilakukan dengan mengimplementasikan pendidikan seni tari di sekolah. Selain itu kerjasama berbagai pihak perlu ditingkatakan agar tercapai tujuan bersama.

Guru tari kita perlu memberikan hal-hal baru yang bisa mengarahkan semangat  dalam belajar seni budaya. Salah satunya berkreasi melalui seni tari guna meningkatakan rasa kecintaan kita terhadap budaya lokal. Mencintai budaya lokal melalui seni tari dapat menjadi pintu masuk dan tumbuhnya kecintaan anak akan seni budaya Indonesia yang kaya sekaligus sarana menggali potensi dan bakat anak dalam mengembangakan diri.

Dengan mencintai budaya lokal lewat seni tari diharapkan dapat memberikan banyak manfaat lainnya, diantaranya meminimalisir kecanduan terhadap gadget, game online, mengurangi dampak buruk kemajuan teknologi. Selain itu kita menjadi lebih mengenal dan mencintai budaya daerah sendiri.

Harapan lainnya, kreativitas kita dalam berkarya menciptakan tari kreasi daerah setempat dapat terus meningkat. Bangga dengan kekayaan budaya lokal yang kita miliki. Ketika sudah mencintai budaya lokal, kita tidak lagi gengsi , malu dan merasa kuno saat mempelajari kebudayaan tradisional. Sebaliknya, mencintai budaya lokal adalah sesuatu yang keren dan patut dibanggakan.

 

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait