Plastic Art : Sebuah Katalog Seni 3 Dimensi Karya Siswa SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul

Seni adalah salah satu cara untuk mengekspresikan ide, gagasan dan juga kretivitas seseorang secara bebas baik melalui karya 2 dimensi maupun karya 3 dimensi. Dalam dunia pendidikan, seni dapat menjadi media pembelajaran yang dapat meatih kecerdasan intelektual, spiritual dan juga emosional.

Sebagai institusi pendidikan, SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul juga selalu berusaha mengajak peserta didik/ santriwan-santriwatinya untuk berkreasi seni terutama melalui pembelajaran Seni Budaya. Salah satu karya seni hasil karya santriwan-santriwati SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul itu adalah karya seni rupa 3 dimensi berupa karya seni patung. Karya-karya itu kemudian dikumpulkan, difoto kemudian dijadikan satu dokumen katalog karya seni dengan tema “Plastic Art”.

Dalam seni patung, “Plastic Art” atau biasa juga disebut seni plastik adalah semua manifestasi artistik manusia yang menggunakan bahan yang dapat dibentuk dan ditempa untuk mencapai figur atau produk akhir yang diinginkan. Dalam katalog ini, santriwan-santriwati SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul berhasil menampilkan berbagai macam karya seni 3 dimensi berupa patung yang terbuat dari tanah liat. Setelah terbentuk, patung dari tanah liat itu dikeringkan dan diberi warna menggunakan cat akrilik. Berikut beberapa karya yang terdapat dalam katalog “Plastic Art”.

Pinguin Antartika

Astronotku

Koala Fluffy

Mr. Crab From Cocos

Selengkapnya, karya Plastic Art dapat kalian nikmati dengan “mengklik” gambar di bawah ini!

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait