Saba Kebon : Sebuah Esai Foto

Teks dan Foto : Shaim Basyari, S.Pd 

 

Saba Kebon’ diambil dari bahasa Jawa yang berasal dari dua kata, ‘Saba’ yang berarti bermain, selalu mengunjungi dan ‘Kebon’ yang berarti kebun. Foto-foto ini menceritakan kehidupan liar yang ada di kebun. Tempat yang sangat dekat dengan kehidupan kita, terutama yang tinggal di desa. Kehidupan liar di sekitar kita sering kali terbaikan, bahkan sering menjadi sesuatu yang dianggap mengganggu, beberapa diantaranya dianggap membahayakan. Padahal, jika kita dalami lebih jauh sisi kehidupan liar itu sangat indah dan mempunyai peranan yang penting dalam keseimbangan alam yang begitu kompleks.

Cahaya matahari pagi melalui celah-celah dedaunan disambut bunga pagoda yang siap mekar.

Seekor kupu-kupu Parenonia valeria menyambut hangatnya sinar matahari 

Di ujung daun yang lain, seekor capung Neurotermis terminata tak ingin melewatkan hangatnya sinar matahari pagi

Sebagai salah satu hewan poikiloterm, kadal Mabouya multifasciata juga harus menghangatkan tubuhnya sebelum beraktivitas

Seekor laba-laba Nephilla pilipes menunggu mangsa terperangkap dalam jaring yang baru dibuatnya

Gemak loreng (Turnix susciator) menyusuri lantai kebun berharap ada makanan untuk sarapannya

Ular pucuk (Ahaetulla prasina) di pohon pisang, berkamuflase seolah-olah seperti tanaman gadung

Menunggu malam kembali datang. Katak Pohon Bergaris (Polypedates leucomystax ) beristirahat di atas daun tanaman temu (Curcuma xanthorizza)

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait