Teks dan Foto : Shaim Basyari, S.Pd
‘Saba Kebon’ diambil dari bahasa Jawa yang berasal dari dua kata, ‘Saba’ yang berarti bermain, selalu mengunjungi dan ‘Kebon’ yang berarti kebun. Foto-foto ini menceritakan kehidupan liar yang ada di kebun. Tempat yang sangat dekat dengan kehidupan kita, terutama yang tinggal di desa. Kehidupan liar di sekitar kita sering kali terbaikan, bahkan sering menjadi sesuatu yang dianggap mengganggu, beberapa diantaranya dianggap membahayakan. Padahal, jika kita dalami lebih jauh sisi kehidupan liar itu sangat indah dan mempunyai peranan yang penting dalam keseimbangan alam yang begitu kompleks.
Cahaya matahari pagi melalui celah-celah dedaunan disambut bunga pagoda yang siap mekar.
Seekor kupu-kupu Parenonia valeria menyambut hangatnya sinar matahari
Di ujung daun yang lain, seekor capung Neurotermis terminata tak ingin melewatkan hangatnya sinar matahari pagi
Sebagai salah satu hewan poikiloterm, kadal Mabouya multifasciata juga harus menghangatkan tubuhnya sebelum beraktivitas
Seekor laba-laba Nephilla pilipes menunggu mangsa terperangkap dalam jaring yang baru dibuatnya
Gemak loreng (Turnix susciator) menyusuri lantai kebun berharap ada makanan untuk sarapannya
Ular pucuk (Ahaetulla prasina) di pohon pisang, berkamuflase seolah-olah seperti tanaman gadung
Menunggu malam kembali datang. Katak Pohon Bergaris (Polypedates leucomystax ) beristirahat di atas daun tanaman temu (Curcuma xanthorizza)








