Sudah Aku Pandang Mentari di Ujung Sana

Oleh : Adella Puspa Setyawati, S.Pd

Aku tidak gila, tidak juga merasa hampa.
Negeri yang besar dengan sejuta warna.
Perbedaan agama dan budaya menjelma bak harmoni setiap alunan nada.
Semua orang bercerita ini negeri yang bermasalah.
Sejauh mata memandang memang benar ada cinta dan kecewa.

Mungkin saja mereka yang menghancurkan harapan

Sedangkan negeri ini bersama mentari merajut impian.
Bagaimana aku bisa berhenti meletakan hati pada sosok negeri yang penuh akan cerita legenda?
Negeri yang membutuhkanku dan para generasi bangsa untuk berjuang

Entah siapa yang kami lawan nanti.

Sesuatu yang menghancurkan persatuan, bisa saja terjadi.
Tenang Indonesiaku, generasi bangsa sedang bersiap diri

Membawa buku dan pena untuk melawan dinamika yang ada.

Mereka akan menjadi prajurit menjaga sang merah putih

berkibar di ufuk timur menyelimuti kepulauan

mengarungi samudera agar melihatmu lebih luas,

Kita bersama dan berpegang teguh

Indonesia

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait