Galeri Festival Literasi Sekolah 2023 dan Website Literasi Sekolah (28)
Teknologi Untuk Semua : Pameran Karya P5 SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul

Pada hari Jum’at, 14 Februari 2025 lalu, SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul sukses menyelenggarakan pameran karya P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka dan telah diperkenalkan Kemdikbud sejak tahun 2021 lalu.

Acara yang digelar di halaman tengah SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul itu menampilkan karya siswa dari kegiatan P5 dengan tema “Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI” yang telah mereka ikuti sebelumnya. Tema ini sendiri bertujuan untuk mengasah peserta didik berpikir kritis, kreatif dan inovatif sehingga mampu menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitar.

Seluruh siswa dari kelas VII hingga kelas IX mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Setiap kelompok berusaha menampilkan karya terbaiknya dengan menghias stand pameran menggunakan pernak-pernik seperti bunga, kertas warna-warni, dan lainnya. Tidak ketinggalan, mereka juga membuat poster sebagai bagian dari promosi stand pameran mereka. Setidaknya ada 5 proyek yang ditampilkan dalam pameran ini, diantaranya pembuatan katrol, instalasi listrik seri dan pararel, video iklan produk dan alat filtrasi air.

Selama kegiatan berlangsung, karya yang telah mereka buat selama kegiatan P5 tersebut dilihat dan dinilai oleh guru. Para peserta juga terlihat saling berkunjung dan memberikan apresiasi serta kesan dan pesan. Beberapa kelompok nampak memberikan gift bagi pengunjung stand mereka sebagai ungkapan terima kasih.

Pameran Karya P5 ini dibuka secara langsung oleh Syahlan Romadon, M.Pd, Wakil Kepala Sekolah SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul. Dalam sambutannya, Syahlan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada siswa yang telah membuat karya dengan luar biasa. Syahlan juga menyampaikan bahwa kegiatan P5 tidak hanya dilihat dari hasil karyanya saja, yang tidak kalah lebih adalah proses dalam pengerjaan karya tersebut.

“Kegiatan P5 ini adalah proses membentuk pribadi yang mandiri, kreatif, inovatif serta mampu menumbuhkan jiwa gotong-royong dan saling menghargai. Jadi saya berharap karakter-karakter pelajar Pancasila tersebut dapat terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari”, jelas Syahlan Romadon, MPd.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait