Pada hari Rabu (26 Februari 2025), Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul menggelar kegiatan Trekking yang diikuti 37 santri kelas VIII. Kegiatan Trekking tersebut merupakan agenda rutin dari ekstrakurikuler Hizbul Wathan sebagai sarana melatih kemandirian, sikap disiplin, tangguh dan bertanggung jawab.
“Selain melatih mental dan fisik, kegiatan ini juga bertujuan mengembangkan kemandirian, disiplin, tanggung jawab dan kerjasama. Kegiatan ini juga sebagai sarana membentuk jiwa kepemimpinan yang tangguh sebagaimana karakter pelajar Pancasila yang digaungkan Pemerintah dalam Kurikulum Merdeka”, jelas Ramanda Eko Pamuji, S.Pd, Pembina Hizbul Wathan SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul

Dalam kegiatan ini peserta diharuskan berjalan kaki dari SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul menuju Gua Selarong, Pajangan dengan jarak tempuh ± 7 km. Sebelumnya, peserta telah melalui beberapa kegiatan pembuka seperti pembinaan, masak bareng, shalat jamaah dan baca Qur’an di sekolah.
Sekitar pukul 21.00 WIB, para peserta diberangkatkan dari halaman sekolah. Mereka berjalan tiap kelompok dan harus melewati 5 Pos. Di setiap pos yang dilalui, para peserta diuji dengan beberapa materi seperti Imtaq (Pos 1), Sandi (Pos 2), Kemandirian (Pos 3), Kepanduan (Pos IV) dan Kedisiplinan (Pos V).
Di Pos 1, peserta diberi tantangan untuk mrnghafalkan Surat Al-Hujurat ayat 13. Sebelumnya, pembina membacakan ayat tersebut secara utuh. Selanjutnya masing-masing peserta diberikan kertas yang berisi potongan ayat. Potongan ayat tersebut harus mereka rangkai hingga tersusun satu ayat utuh kemudian dibaca berantai secara berurutan tanpa melihat teks yang terdapat di kertas.
Di Pos 2, peserta diuji dengan materi sandi. Setiap kelompok diberi beberapa kalimat yang harus ditulis ulang menggunakan sandi morse. Selain membutuhkan pengetahuan yang cukup tentang sandi morse, mereka harus mampu berdiskusi untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh pembina.


Di Pos 3, setiap kelompok diharuskan untuk memasak ikan lele. Sebelumnya, setiap peserta diwajibkan untuk menangkap lele yang telah disediakan dalam drum. Beberapa peserta nampak kesulitan. Ada pula yang takut karena baru pertama kali menangkap lele. Di sinilah kesabaran dan keberanian mereka dilatih. Selanjutnya, lele yang mereka tangkap dibersihkan dan dimasak. Selain kekompakan tim, tiap kelompok dituntut kreatif untuk menghasilkan olahan lele dengan alat dan bahan seadanya. Sementara itu, pengetahuan para peserta tentang kepanduan Hizbul Wathan diuji di Pos IV.





Sekitar pukul 05.00 WIB, seluruh peserta akhirnya tiba di titik terakhir (pos 5) yaitu di kompleks Gua Selarong. Di tempat ini kedisiplinan peserta digembleng. Meski fisik telah lelah dan letih karena perjalanan yang cukup jauh, semangat peserta masih tetap terlihat. Hal ini menunjukkan kuatnya mental santri SMP Unggulan ‘Aisyiyah Bantul yang telah terbentuk dari kegiatan Hizbul Wathan yang selama ini mereka ikuti.
“Alhamdulillah, selama kegiatan anak-anak semangat dan antusias. Ini semua tidak lain merupakan implementasi dari Pendidikan karakter yang sudah dijakarkan setiap harinya terutama melalui kegiatan Hizbul Wathan”, terang Eko Pamuji, S.Pd
